Arsip

Archive for Oktober, 2011

Mahakarya Dahsyat dan Luarbiasa

9 Oktober 2011 Tinggalkan komentar

CORE VALUE INSAN MUDA

[I] Integrity & Commitment (Amanah dan Komitmen)
[N] Noble Minded (Berpikiran Mulia dan Berbudi Luhur)
[S] Syar’I (Mengamalkan dan Menegakkan Syari’ah Islam)
[A] Add Value (Memiliki nilai tambah)
[N] Never Stop To Learn & Grow (Tidak pernah Berhenti Belajar dan Bertumbuh)

[M] Moving forward (Selalu bergerak Maju & Optimis menata masa depan)
[U] Unique & Go Extra miles (Berbeda dan melakukan sesuatu di atas standar orang rata-rata)
[D] Discipline (Memiliki disiplin tinggi)
[A] Abundance & Grateful (Berkelimpahan dan selalu bersyukur)

 

Segera Launching sebuah buku, mahakarya pemuda Indonesia bagi sahabat-sahabat generasi muda Indonesia.
Berjudul “Insan Muda Sukses Paripurna”
Sembilan Keajaiban Dahsyat menjadi Pelajar atau Mahasiswa Sukses dan Bahagia.
Find The MIRACLE In You.

Masa muda adalah cerminan wajah bangsa dan agama. Masa muda adalah tonggak kemajuan umat. Masa muda adalah pelopor perubahan. Masa muda adalah penentu masa depan. Dan, masa muda adalah motor penggerak peradaban.

Perjalanan masa muda adalah kesempatan emas bagi siapa saja yang berkomitmen meraih cita-citanya, berkomitmen membanggakan orang tuanya, berkomitmen membangun agama dan negerinya, berkomitmen membangun kejayaan Islam, berkomitmen membangun peradaban umat manusia.

Masa muda adalah masa yang penuh dengan ujian, bagi siapa saja yang semangat dan berhasil menempuh ujian itu maka selamatlah dalam menghadapi masa tua. Masa muda adalah masa yang penuh tanda tanya karena masa muda juga merupakan kesempatan emas bagi siapa saja yang ingin merusak kejayaan bangsa dan agama.

Pada zaman modern ini banyak sekali kita melihat para pemuda Indonesia terjerumus dalam pergaulan yang negatif, tidak sadar apa dampak dari perbuatan mereka, tidak mengerti bagaimana mereka seharusnya bersikap, tidak tahu bagaimana seharusnya mereka belajar, dan yang lebih parah lagi mereka tidak tahu apa sebenarnya tujuan mereka sekolah atau kuliah.

Buku “Insan Muda Sukses Paripurna”dihadirkan bagi seluruh pelajar dan mahasiswa Indonesia. Buku ini akan mengubah pola pikir para pemuda baik pelajar atau mahasiswa sehingga mereka mengetahui apa sebenarnya tujuan mereka sekolah atau kuliah, bagaimana mereka seharusnya bersikap, dan bagaimana mereka belajar. Tidak hanya itu, buku ini juga dapat membangun mental mandiri dan membangun mindset sukses di masa muda baik sukses akademis, sukses spiritual, dan sukses finansial sehingga akan terbangun mental mandiri setiap pemuda.

Dengan membaca dan mengaplikasikan buku dan training dari buku ini, sahabat semua akan mendapatkan suatu pencerahan yang signifikan, ide-ide bagaimana mewujudkan impian atau karya menjadi kenyataan dan motivasi yang permanen bagi sahabat muda yang komitmen dan yakin sukses sejak usia muda.

Bagi Sahabat yang ingin mengadakan dan merasakan DAHSYATnya manfaat training atau bedah buku “INSAN MUDA SUKSES PARIPURNA” di SEKOLAH, di KAMPUS, di KOTA-KOTA Sahabat.

Silakan hubungi :

 Demiracle37 – Sukses Paripurna Event Organizer (EO) Pusat :

085222144465 / 081802249482 (Sherly)

Kategori:Uncategorized

Kabel dan Cahaya Lampu

9 Oktober 2011 2 komentar

“SAYANG, ayo kita shalat. Tuh dengar adzan telah berbunyi,” ujar seorang ibu kepada anaknya yang tengah asyik nonton televisi. “Sebentar lagi dong, ini lagi seru-serunya,” jawab sang anak. Ibu itu kemudian mendekat, “Sayang, tidak baik menunda-nunda shalat. Ini kan haknya Allah. Ayo matikan tivinya!” “Iya deh,” jawab sang anak sambil beranjak dari tempat duduk. Ia terlihat sangat kecewa karena harus meninggalkan televisi.

Selama di kamar mandi, si anak terus menggerutu. “Ah..Ibu, tiap hari menggangu saja. Lagi enak-enaknya nonton disuruh shalat. Lagi seneng-senengnya main disuruh shalat. Lagi nyeyak tidur disuruh shalat. Harus baca Quran lah. Harus ikut pengajian lah. Harus ini . harus itu .! Bikin
pusiiiing.

* * *

SELEPAS shalat berjamaah, anak itu bertanya dengan nada protes. “Bu, kenapa sih kita harus shalat, harus puasa, harus baca Al-Quran, dan harus belajar? Bukankah itu mengganggu kesenangan kita? Lagi pula, menurut saya, semua itu tidak ada gunanya, tidak mendatangkan hasil.” Si Ibu sedikit terkejut mendengar pertanyaan itu. Ia pun terdiam beberapa saat. Ada sedikit kemarahan yang muncul dalam hatinya. Tapi ia segera sadar bahwa yang bertanya adalah anak kecil, yang belum tahu apa-apa selain main dan bersenang-senang.

Sang Ibu beranjak mengambil sebuah lampu yang menempel di dinding kamar anaknya. Sesaat kemudian ia berkata, “Anakku sayang, kamu lihat lampu ini. Ia begitu indah. Bentuknya lonjong dengan dindingnya terbuat dari kaca yang bening. Tiap malam engkau bisa belajar, mengerjakan PR, dan nonton televisi, salah satu sebabnya karena diterangi lampu ini.”

“Sayang, tahukah kamu mengapa lampu ini bisa menyala?” lanjut si Ibu. “Ya, karena ada energi listrik yang berubah jadi cahaya,” jawab sang anak. “Benar sekali jawabanmu. Lalu apa yang menyambungkan lampu ini dengan sumber listrik tadi?” tanya si ibu lebih lanjut. Sang anak pun menjawab dengan pasti, “Yang menyambungkan lampu dan sumber listrik adalah kabel.” “Pintar sekali kamu,” timpal si Ibu memuji.

“Nah, sekarang kamu pasti tahu, bila tidak ada kabel pasti lampu ini tidak akan nyala dan kamar ini pasti gelap. Bila demikian, ia tidak akan ada manfaatnya lagi, dan kamu tidak bisa belajar dan nonton tivi.”

Sang Anak belum paham mengapa ibunya menceritakan lampu itu kepadanya. “Apa maksud Ibu?” tanyanya kemudian.

Ibu itu kembali berkata, “Anakku sayang, Allah itu sumber cahaya dalam hidup. Kita adalah lampunya. Ibadah yang kita lakukan menjadi kabel atau tali penghubungnya. Ibadah dapat menghubungkan antara Allah dengan manusia, tepatnya antara Allah dengan kita. Bila tidak mau beribadah, hidup kita akan gelap. Kita akan tersesat dan takkan berguna sedikit pun, seperti tak bergunanya lampu yang tak bercahaya.” Ibu itu melanjutkan, “Jadi, shalat, bersedekah, membaca Al-Quran, ataupun belajar adalah kabel yang akan
menghubungkan kita dengan Allah.”

Mendengar semua itu, sang anak tampak tertegun. Dalam hatinya timbul penyesalan akan sikapnya yang selalu menganggap remeh ibadah. Ia pun berkata, “Kalau begitu aku tidak akan meninggalkan shalat lagi dan akan membaca Al-Quran tanpa harus disuruh. Bu, maafkan saya ya!”

Kategori:Uncategorized
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai